Berita Mamuju — Rencana aksi unjuk rasa akan digelar oleh para pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, sebagai bentuk protes atas ketidakresponsifan pemerintah terhadap tuntutan mereka. Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya dan bertujuan untuk menekan pihak berwenang agar segera merespons aspirasi mereka.

Latar Belakang Demo
Baca Juga : Napi di Lapas Kediri Masuk RS gegara Disiksa-Diperkosa Sesama Tahanan
Ratusan pengemudi ojol menggelar aksi damai di depan DPRD Mamuju. Mereka menyampaikan keluhan soal tarif yang berlaku dianggap jauh di bawah ketentuan dari pemerintah, serta tuntutan agar regulasi lokal segera dibuat dan aplikator (perusahaan aplikasi) ditekan untuk menaikkan tarif sesuai aturan Kemenhub No. 667 Tahun 2022.
Menurut koordinator aksi, Aldy Zalkasih Djakad, upaya koordinasi dengan dinas perhubungan dan dinas tenaga kerja gagal mendapatkan tanggapan yang memadai. Bahkan, beberapa instansi keukeuh menyatakan tidak tahu-menahu soal regulasi yang seharusnya diimplementasikan .
Deretan Tuntutan
Berikut beberapa tuntutan utama yang disuarakan oleh para pengemudi ojol Mamuju:
-
Penyesuaian tarif yang sesuai ketentuan pemerintah.
-
Pembatasan jumlah driver untuk menjaga penghasilan tidak tergilas oversupply.
-
Regulasi transportasi online di tingkat kabupaten agar aplikator tak sewenang-wenang menentukan tarif.
-
Penghapusan sistem tawar-menawar tarif (“tarif beta”), kolektif order, dan sistem yang merugikan driver
Respons DPRD Mamuju
Menanggapi tekanan dari para ojol, Wakil Ketua DPRD Mamuju, Alfais Muhammad, menyatakan bahwa DPRD akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi — Komisi I, II, dan III — bersama instansi seperti Disnaker, Dishub, Diskominfo, perwakilan driver, dan aplikator (misalnya Grab). Dia memastikan, DPRD akan mengawal aspirasi itu hingga menemukan solusi konkret .
Wacana Demo Lanjutan
Karena merasa diabaikan, para ojol menyatakan kesiapan untuk kembali turun ke jalan, kali ini mengincar Gedung DPRD sebagai alternatif tempat menyuarakan tuntutan. Aksi ini direncanakan sebagai reaksi langsung terhadap sikap abai pemerintah lokal.
Pentingnya Regulasi Transportasi Online
Aksi ini menjadi pengingat akan pentingnya hadirnya regulasi transportasi online di level lokal. Tanpa regulasi yang jelas dan akuntabel, driver ojol rentan terhadap praktik tidak adil dari aplikator, seperti potongan tarif berlebih, ketidakpastian order, dan persaingan yang tidak sehat di antara driver





